Pelit Adalah Faktor Yang Membuat Hidup Menjadi Tidak Bahagia

Dalam menjalani kehidupan, kita sering dipertemukan dengan beragam jenis orang, salah satunya adalah orang yang pelit. Pelit itu sangat berbeda dengan hemat, orang yang hemat belum tentu pelit tetapi orang yang pelit sudah dipastikan akan hemat.

Hemat itu berarti hanya mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang dirasa penting, sedangkan pelit jauh lebih kompleks dari hemat. Orang yang hemat tidak akan segan untuk “memberi”, tetapi untuk orang pelit, kata “memberi” itu adalah kata yang sangat haram. Ini dikarenakan mereka akan selalu menghitung-hitung apa yang mereka keluarkan untuk orang lain.

Tipe orang yang pelit itu adalah tipe orang yang paling dibenci oleh masyarakat. Orang semacam ini akan sulit mencapai kebahagiaan. Bahkan orang pelit tidak akan segan untuk tidak memberi bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan, misalnya saja ada tetangga yang mengalami musibah, mereka akan bersikap acuh tak acuh serta tidak akan memberikan bantuan kepada mereka.

Menurut survey yang dilakukan oleh American Psychological Assicoation, dari 312.382 responden yang diujikan, sekitar 90% responden merasakan perasaan yang bahagia ketika memberi bantuan kepada orang lain, sedangkan 10% responden lainnya mengatakan alasan yang lain.

Dari angka 90% tersebut bisa disimpulkan bahwa “memberi” ( dalam artian yang positif ) memberikan perasaan bahagia kepada pelakunya. Nah buat mereka yang pelit, memberi menjadi kata yang terlarang, itu berarti mereka sudah mencoret salah satu faktor yang bisa membuat bahagia. Jadi apakah kalian termasuk orang yang pelit ? Jika iya, maka ubahlah sifat jelek tersebut dan cobalah untuk beramal, sedikit atau banyak, amal tetaplah amal dan membantu tetaplah membantu. Ingatlah apa yang ditabur itulah yang akan kalian panen nantinya.

Posted in Uncategorized