Media Asing Turut Soroti Kasus Meiliana Terkait Kasus Penistaan Agama

Seperti yang kita ketahui, saat ini tengah heboh diberitakan mengenai kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Meiliana, seorang ibu asal Tanjung Balai Sumatera Utara. Meiliana divonis 18 bulan penjara karena meminta masjid untuk mengecilkan suara adzan karena dianggap terlalu keras.

Hal ini juga disoroti oleh media lua seperti New Strait Times yang merupakan media Malaysia. Tidak hanya itu, The Straits Times dari Singapura juga turut menyoroti hal ini. Bahkan berita ini menjadi headline dengan judul Indonesian Buddhist Jailed foor blasphemy after complaining mosque too loud.

Media asing yang cukup ternama seperti The Guardian dan Daily Mail juga ikut menyoroti pemberitaan ini. Menurut pihak The Guardian, seharusnya ungkapan ibu Meiliana merupakan salah satu bentuk kebebasan dalam berpendapat sesuai dengan apa yang dianut oleh Indonesia. Bahkan media tersebut juga membandingkan kasus Meiliana dengan kasus yang menimpa mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Daily Mail bahkan menyoroti kasus ini sebagai kasus kekerasan yang dilakukan oleh kaum intoleran dalam masyarakat Muslim di Indonesia. Menurut Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institute, apa yang dilakukan Meiliana bukanlah sebuah penistaan agama. Hanya ungkapan pendapat mengenai suara yang terlalu keras.

Memang cukup memalukan, entah sampai kapan Indonesia akan terus berada dalam zona seperti ini, dimana kaum mayoritas intoleran kerap kali menekan pihak minoritas yang berbeda pendapat dengan mereka.

Posted in Uncategorized